Edhie Baskoro Yudhoyono:Partai Demokrat Prihatin

Edhie Baskoro Yudhoyono
Satelit9.com,Jakarta-Sekretaris Jenderal
Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan rasa prihatinnya atas penetapan Angie sebagai tersangka dan menganggapnya sebagai ujian untuk partainya. Kendati demikian, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menegaskan konsistensi partainya mendukung aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini secara terang benderang.
“ Saya berharap aparat hukum dapat bekerja profesional berdasarkan fakta dan bukti hukum tanpa ada intervensi dan campur tangan pihak luar,”harap anggota Komisi I DPR ini. Ibas mengajak kader Partai Demokrat menghormati keputusan aparat penegak hukum serta berharap situasi di internal partai tetap kondusif dan tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing- masing.“Etika politik Partai Demokrat yang sering disampaikan Ketua Dewan Pembina Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan terus kami jaga dengan menjalankan politik bersih, politik cerdas, dan politik santun,”ucapnya.
Juru Bicara Dewan Pembina PD dalam kasus Wisma Atlet Andi Mallarangeng juga menyatakan, pihaknya menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada KPK. Sudah menjadi tugas KPK untuk mengusut kasus suap ini sampai tuntas.“Kita harapkan prosesnya lebih segera, lebihcepat,danlebihbaik,”ujar Andi di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC). Sebagai menteri pemuda dan olahraga, lanjut Andi, pihaknya bersama jajaran Kemenpora telah siap bekerja sama secara penuh dengan KPK untuk menuntaskan kasus ini.“Siapa yang salah ya salah, siapa yang tidak salah yatidak salah,”tandasnya.
Sementara itu,Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah juga menyatakan partainya menghargai kewenangan KPK untuk memproses dugaan terjadi tindak pidana korupsi kepada siapa pun, termasuk menetapkan status cekal terhadap Wayan Koster.Namun,pihaknya merasa perlu menanyakan lebih lanjut alasan KPK menetapkan status cekal hanya terhadap Angie dan Wayan Koster.
‘’Padahal sudah cukup banyak nama-nama lain yang muncul dalam fakta persidangan kasus Wisma Atlet. Jangan sampai KPK terjebak lagi dalam model penegakan hukum ‘tebang pilih’ seperti masa kepemimpinan KPK sebelumnya,” ungkap anggota Komisi III DPR itu.